JAKARTA - Barcelona kembali menunjukkan perhatian khusus terhadap kondisi pemainnya selama bulan puasa Ramadan 2026.
Klub menyiapkan strategi nutrisi dan hidrasi agar pemain Muslim tetap bugar, termasuk Lamine Yamal. Program ini dirancang untuk menjaga performa di lapangan tanpa mengganggu ibadah.
Puasa yang berlangsung dari fajar hingga matahari terbenam berpotensi memengaruhi stamina pemain. Penurunan energi dan kelelahan fisik dapat muncul jika asupan makanan dan cairan tidak dikelola dengan tepat. Oleh karena itu, pendekatan yang terukur menjadi sangat penting.
Tim medis Barcelona bekerja sama dengan ahli gizi untuk menyusun rencana konsumsi makanan. Menu sahur dan berbuka dirancang agar kalori, protein, dan karbohidrat seimbang. Tujuannya agar Yamal bisa tetap aktif tanpa menurunkan kualitas tidurnya akibat makan larut malam.
Fokus pada Nutrisi dan Hidrasi
Nutrisi menjadi prioritas utama dalam menjaga kondisi pemain. Konsumsi makanan sahur diatur untuk memberikan energi yang cukup sepanjang latihan dan pertandingan. Sementara itu, menu berbuka dirancang untuk pemulihan cepat setelah aktivitas fisik yang tinggi.
Hidrasi juga mendapat perhatian khusus dari klub. Setelah berbuka hingga menjelang fajar, Yamal diarahkan untuk mengonsumsi cairan dan elektrolit optimal. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan tubuh, terutama menjelang pertandingan malam.
Pendekatan ini membantu pemain tetap bugar sekaligus mengurangi risiko cedera. Dengan manajemen cairan yang tepat, konsentrasi dan respons tubuh bisa dijaga. Strategi ini membuat performa Yamal tetap konsisten.
Pelajaran dari Pengalaman Sebelumnya
Barcelona sudah memiliki pengalaman menangani pemain Muslim selama Ramadan. Sebelumnya, Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati mengikuti program serupa. Pengalaman ini membuat klub lebih siap menghadapi tantangan fisik yang muncul.
Pendekatan yang diterapkan sebelumnya memberi insight berharga tentang pengelolaan energi pemain. Pola makan, hidrasi, dan waktu istirahat dipantau secara ketat. Hal ini menjadi panduan untuk Yamal agar tetap maksimal.
Selain menjaga performa, pengalaman sebelumnya juga membantu tim medis memprediksi risiko kelelahan. Penyesuaian menu dan jadwal latihan dilakukan secara fleksibel. Dengan demikian, pemain tidak merasa terbebani secara fisik maupun mental.
Pemantauan Rutin dan Penyesuaian Individual
Barcelona melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi Yamal selama Ramadan. Setiap latihan dan sesi pertandingan dievaluasi secara berkala. Hal ini memungkinkan penyesuaian nutrisi dan hidrasi secara individual sesuai kebutuhan.
Frekuensi cek kondisi tubuh meliputi pengukuran detak jantung, hidrasi, dan tingkat kelelahan. Tim medis dapat segera menyesuaikan asupan makanan atau cairan bila diperlukan. Pendekatan ini memastikan Yamal tetap kompetitif dan aman.
Selain pemantauan fisik, aspek mental juga diperhatikan. Dukungan psikologis diberikan agar pemain tidak merasa terbebani menjalankan puasa sambil menjaga performa. Kombinasi pemantauan fisik dan mental membuat strategi lebih komprehensif.
Menjaga Keseimbangan Ibadah dan Performa
Dengan perencanaan matang, Barcelona berhasil menjaga keseimbangan antara ibadah dan performa pemain. Yamal tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa mengorbankan kontribusi di lapangan. Hal ini menjadi contoh pengelolaan profesional yang menghormati nilai pribadi pemain.
Strategi nutrisi dan hidrasi yang disusun mampu mendukung pemulihan tubuh setelah latihan intensif. Kombinasi pola makan, cairan, dan istirahat membuat stamina tetap terjaga. Dengan begitu, kualitas permainan tidak menurun selama Ramadan.
Pendekatan terukur ini mencerminkan komitmen Barcelona terhadap kesejahteraan pemain. Tim berhasil memadukan aspek fisik dan spiritual secara optimal. Hasilnya, Yamal dan rekan-rekannya tetap tampil maksimal sepanjang bulan puasa, sekaligus menghormati tradisi yang dijalankan.